ediTEMP CARA MEMBACA NILAI OHM RESISTOR

CARA MEMBACA NILAI OHM RESISTOR

Sebagai lanjutan materi MENGENAL RESISTOR DAN FUNGSINYA, mari kita coba lanjutkan dengan materi CARA MEMBACA NILAI OHM RESISTOR.

Kecuali untuk beberapa jenis resistor yang dibuat dengan teknologi ultra modern, nilai ohm sebuah resistor, pada umumnya akan tertera pada badan resistor itu sendiri, sehingga akan bisa langsung kita ketahui nilai ohm sebuah resistor hanya dengan mengamati kode yang tertera pada badan resistor.

Namun demikian tidak bisa serta merta kita langsung mengetahui itu nilai ohm yang tertera pada badan resistor, karena biasanya nilai itu ditulis dalam bentuk kode. Dan setidaknya ada empat jenis pengkodean nilai resistor yang pernah montirKATRO temui di lapangan, dibawah ini montirKATRO urutkan mulai dari yang termudah membacanya :
  1. Kode JUJUR, kode nilai ohm pada resistor ini ditulis dengan jujur seadanya,
  2. Kode dengan maksimal tiga digit angka,
  3. Kode dengan tiga digit, variasi angka huruf angka,
  4. Kode Warna.

Mari kita urai satu demi satu mengenai cara membaca jenis penulisan nilai ohm yang biasa tertulis pada badan resistor :


1. Jenis Kode JUJUR.

Jenis Penulisan nilai ohm seperti ini biasa tertera pada resistor dengan ukuran besar, pada badan resistor minimal memiliki kekuatan daya 5 watt, baik itu yang berbentuk balok ataupun juga berbentuk tabung (gilig)

Karena nilainya ditulis secara jujur, maka sudah jelas akan sangat mudah membacanya.



Misalnya tertera :
  • 22R = 22 ohm
  • 2R = 2 ohm
  • 0.22Ω = 0.22 ohm
  • 120R = 120 ohm
  • 150R = 150 ohm

  • 0,1Ω atau .1Ω  atau 0,1R atau .1R atau 0,1 atau ,1 = ini berarti nilainya = nol koma satu ohm
  • 0,33Ω atau .33Ω atau 0,33R atau ,33R atau 0,33 atau ,33 = ini berarti nilainya = nol koma tiga puluh tiga ohm
  • 0,5Ω atau .5Ω  atau 0,5R atau .5R atau 0,5 atau ,5 = ini berarti nilainya = nol koma lima ohm
  • 1Ω atau 1R atau 1 =  ini berarti nilainya = satu ohm
  • 10Ω  atau 10R atau 10 =  ini berarti nilainya = nol koma sepuluh ohm
  • 100Ω atau 100R atau100 =  ini berarti nilainya = nol koma seratus ohm
  • dan seterusnya ........ 

Sangat mudah membacanya kan ?? untuk yang jenis seperti ini.....


2. Jenis Kode dengan maksimal tiga digit angka

Jenis kode seperti ini biasanya ditulis pada jenis resistor modern yang ukurannya kecil, atau SMD resistor. Cara membacanya pun tergolong sangat mudah. hal ini karena angka pada digit ke satu dan juga digit ke dua dibaca secara jujur, hanya pada angka dalam digit ke tiga yang menuntut sedikit pengetahuan. Khusus untuk angka yang tertera pada digit ketiga (terakhir) tidak dibaca secara jujur, namun itu digunakan untuk menentukan jumlah angka nol.



Misalnya bila tertulis :

  • 301 = 300 ohm
  • 122 = 1200 0hm = 1,2K = 1K2
  • 270 = 27 ohm
  • 391 = 390 ohm
  • 105 = 1000000 ohm = 1 mega ohm

  • 1 >> memiliki makna 1 ohm
  • 10 >> memiliki makna 10 ohm
  • 18 >> memiliki makna 18 ohm
  • 27 >> memiliki makna 27 ohm
  • 101 >> memiliki makna 100 ohm
  • 102 >> memiliki makna 1000 ohm atau 1 kilo ohm
  • 271 >> memiliki makna 270 ohm
  • 272 >> memiliki makna 2700 ohm atau 2,7 kilo ohm
  • 103 >> memiliki makna 10 000 ohm atau 10 kilo ohm
  • 563 >> memiliki makna 56 000 ohm atau 56 kilo ohm
  • 104 >> memiliki makan 10 0000 ohm atau 10 kilo ohm
  • 684 >> memiliki makna 68 0000 ohm atau 680 kilo ohm
  • 105 >> memiliki makna 10 00000 ohm atau atau 1 juta ohm atau 1 mega ohm
  • dan seterusnya......

- SMD resistor juga ada yang menggunakan kode jenis ketiga (tiga digit yang terdiri atas angka-huruf-angka)

- SMD resistor 1% sama dengan kode warna, yaitu menggunakan 4 digit angka


cara menghitungnya pun sama saja denga resistor 1% dengan kode warna yang akan dibahas di bagian paling akhir posting ini.


3. Jenis kode tiga digit dengan urutan angka-huruf-angka

digit huruf atau lambang Ω yang berada pada digit kedua memilik dua makna, yaitu sebagai pengganti tanda desimal (koma) sekaligus sebagai satuan ukurannya.



Misalnya :


  • 2R3 = 2,3 ohm
  • 2K2 = 2,2 kilo ohm = 2200 ohm
  • 3R3 = 3,3 ohm

  • 1R2 atau 1Ω2 = 1,2 ohm
  • 4K7  = 4,7K = 4700 ohm
  • 2M7 = 2,7M = 2700000 ohm


Untuk resistor dengan toleransi 1% , biasanya menggunakan 4 digit yang terdiri atas angka-angka-huruf-angka.

Misalnya :

  • 47R2 atau 47Ω2 = 47,2 ohm
  • 18K6  = 18.600 ohm = 18,6 kilo ohm
  • 27M3 = 27.300.000 ohm = 27,3 mega ohm



4. Jenis Kode Nilai Resistor menggunakan Kode warna

Inilah Jenis kode nilai resistor yang penguasaannya menuntut kita untuk menghapal arti kode warna, heheheheh warna yang tersedia pu cukup banyak, yaitu ada 12 warna yang mesti dikuasai artinya




  1. perak = 0,01 seper seratus
  2. emas = 0,1 seper sepuluh
  3. hitam = 0
  4. cokelat = 1
  5. merah = 2
  6. jingga = 3
  7. kuning = 4
  8. hijau = 5
  9. biru = 6
  10. ungu = 7
  11. abu-abu = 8
  12. putih = 9
hehehehe banyak juga yah yang perlu dihapal ???
tapi jangan khawatir .... karena pada kenyataannya dulu, montirKATRO tidak pernah mengambil waktu secara khusus untuk menghapal, hanya dengan membiasakan saja, beberapa waktu kemudian tanpa disadari sudah hapal di luar kepala dengan sendirinya.


Warna Perak dan Warna emas hanya digunalan untuk cincin urutan ke tiga dan ke empat saja, dimana bila terdapat pada cincin warna ke tiga mengandung arti :

Emas = dibagi 10
Perak = dibagi 100

dan bila pada cincin warna urutan ke empat diartika sebagai nilai toleransi :

Emas = tolerasni 5%
Perak = toleransi 10%

Cincin warna Hitam (lambang 0), tidak biasa dipasang pada cincin pertama

Cincin warna pertama dan kedua diartikan sebagai angka, sedang cincin warna ke tiga merupakan  :


























Demikian pembahasan tentang CARA MEMBACA NILAI OHM RESISTOR yang bisa ediTEMP sajikan. Ralat, saran, masukan, kritik dan/atau pertanyaan, bisa disampaikan melalui kolom Komentar.

Sudah ada 1 Komentar

  1. wah jelas banget artikelnya ... cocok buat para newbie kayak saya thanks ya Outbound Malang

    BalasHapus

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *